
apa yang ada dibenak anda jika kita mendengar/melihat kalimat tersebut? pasti masing-masing mempunyai pemikiran berbeda. arti Abg itu sendiri secara umum adalah anak baru gede, artinya seorang anak yang dalam masa puber, butuh perhatian, mengekspresikan dirinya, dan mengikuti trend masa kini.
banyak fenomena yang mulai muncul di sekitar masyarakat, fenomena anak baru gede (ABG) merupakan topik yang sangat aktual untuk
dibicarakan, terutama bagi kedua orang tua dn orang –orang yang memiliki
kepedulian sosial. Fenomena yang mulai muncul baru-baru ini menarik
untuk dibahas karena tiga hal.
Pertama, karena remaja atau ABG merupakan kelompok masyarakat yang
paling besar jumlahnya dibandingkan kelompok lain.
Oleh karena itu, jika kelompok yang jumlahnya banyak ini berada dalam
kondisi moral yang membahayakan nasib dan masa depannya, maka akibatnya
tidak hanya untuk yang bersangkutan saja, tetapi juga bagi kelangsungan
hidup bangsa pada umumnya, karena para remaja (ABG) merupakan aset
bangsa yang ti tangannyalah nasib masa depan bangsa berada.
Kedua, para remaja atau ABG secara psikologis termasuk kelompok yang
paling mudah mendapatkan pengaruh, jiwanya mudah bergejolak, sebagai
akibat dari pribadinya yang belum terbentuk. Keadaan ini perlu
mendapatkan perhatian terutama pada era informasi tersebut dapat
digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan budaya dan kultural yang tidak
selamanya sejalan dengan budaya bangsa kita dan dengan nilai-nilai agama
yang dianut.
Ketiga, setiap umat manusia mesti mengalami masa remaja atau menjadi
ABG. Dengan demikian, persoalan remaja atau ABG adalah persoalan bersama
atau persoalan umat manusia. Karena itu, perlu mendapatkan perhatian
kita semua. Saat ini orang tua misalnya merasakan bahwa salah satu
masalah yang berat yang dihadapi kedua orang tua adalah bagaimana
menyelamatkan anaknya melampaui masa remajanya.
* Ciri-ciri Remaja
Untuk mengidentifikasi masalah remaja atau ABG ini dapat dilihat dari
dua segi sebagai berikut :
Pertama, dari segi fisik, para remaja atau ABG biasanya mengenakan
pakaian rok mini, celana jeans yang ketat, baju kaos yang ketat dengan
membuka sebagian anggota tubuhnya yang menarik birahi lawan jenisnya,
berambut pendek atau dikuncir, membawa tas kecil yang diletakkan di
punggungnya dan lain sebagainya.
Kedua, dari fisiologis, para remaja atau ABG biasanya bersifat manja,
ingin disayang, menyukai hal-hal yang bersifat santai, tidak suka yang
berat-berat, rekreatif, penuh khayal, dan daya fantasi. Karena itu, ABG
suka kepada yang menyenangkan selera.
Sebab-sebab Terjadinya ABG
Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja atau
ABG yang berkonotasi negatif.
* Faktor-faktor itu antara lain sebagai
berikut :
Pertama, faktor ekonomi. Sejalan dengan sifat kejiwaannya yang
disebutkan di atas para remaja atau ABG banyak memerlukan kebutuhan
hidupnya yang butuh uang untuk memenuhinya. Misalnya, kebutuhan untuk
pakaian (baju, sepatu, dan lain-lain), alat-alat kecantikan, termasuk
parfum yang harganya tidak murah, kendaraan, hiburan, makanan yang serba
nikmat, teman becengkrama, dan sebagainya. Tuntutan itu terkadang tidak
dapat dipenuhi oleh orang tuanya karena kesulita ekonomi atau melampaui
batas kesanggupan orang tua. Kebutuhan terhadap hal-hal yang bersifat
fisik tersebut semakin dipersubur dengan semakin berkembangnya gaya dan
pola hidup hedonistik, materialistik adalah paham yang mengutamakan
materi diatas segala-galanya. Kedudukan dan kehormatan seseorang
semata-mata diukur dari sejauh mana ia memiliki materi. Keadaan itu
mendorong anak remaja atau ABG yang kurang imannya mencari uang dengan
caranya sendiri. Untuk mendapatkan uang yang dibutuhkannya ada ABG yang
mau menyerahkan dirinya, dan ada pula yang mengambil siasat
menyelamatkan diri dengan caranya sendiri.
Kedua, faktor sosial. Keadaan masyarakat yang cendrung semakin
individualistik atau mementingkan diri sendiri, menyebabkan bersikap
“elu-elu”, “gue-gue”, cuek habis, masa bodoh, tak perduli terhadap
urusan orang lain. Keadaan ini menguntungkan bagi orang yang ingin
berbuat tidak baik, toh perbuatannya itu tidak akan diperdulikan atau
dilarang oleh orang lain. Hal yang demikian misalnya berbeda dengan
keadaan masyarakat agraris dimana kebersamaan dan kontrol sosial masih
cukup efektif, sedangkan di masyarakat perkotaan kontrol sosial tersebut
semakin pudar dan melemah.
Ketiga, faktor psikologis atai kejiwaan. Ketahuilah bahwa para remaja
atau ABG memiliki jiwa yang suka pada yang indah-indah, ingin dimanja,
rekreatif, penuh daya fantasi, yang indah-indah, jiwa dan pribadinya
belum terbentuk. Keadaan demikian menyebabkan para remaja mudah terkena
pengaruh negarif. Keadaan ini lebih terasa lagi terjadi pada masyarakat
modern seperti yang gejalanya sudah mulai telihat.
Keempat, faktor politik. Kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang,
teruta,a bidang pembangunan yang semula banyak menekan aspek materi
menyebabkan orang terlalu mengutamakan materi. Hal yang demikian
berakibat pula terhadap corak pendidikan yang semula lebih mengarah pada
pembinaan kognitif, ketimbang afektif dan psikomotor. Dengan keberadaan
Undang-udang Sistem Pendidikan Nasional (Sikdiknas) sebagai titik
terang yang menegaskan tentang pentingnnya pendidikan agama pada semua
jenjang pendidikan, dan juga tenaga pendidik yang harus beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
* Upaya Menghindari Kenakalan Remaja / ABG
Banyak upaya yang dapat diberikan dalam mengatasi kenakalan remaja atau
ABG antara lain sebagai berikut :
Pertama, para remaja harus diingatkan tentang nasib masa depannya yang
akan datang. Masa depanya sangat bergantung pada upayanya sendiri. Jika
bukan dia yang menyelamatkan, tidak ada orang lain yang dapat
melakukannya. Masa depannya ini jangan sampai hancur dengan cara-cara
negatif. Dengan diingatkan itu, maka anak tersebut akan belajar tekun,
menjauhi perbuatan yang dapat menghancurkan masa depannya seperti
berbuat zina, meminum-minuman yang memabukan, memakan obat-obat
terlarang, foya-foya dn sebagainya.
Kedua, para remaja harus didekatkan pada agama dengan tekann pada iman
dn takwa kepada Allah SWT. Dengan iman dan takwa ini para remaja akan
takut berbuat desa, karena perbuatanny itu akan dimintakan tanggung
jawabnya di akhirat nanti.
Ketiga, para remaja harus ditantang dengna berbagai aktivitas yang
sangat berguna bagi kehidupannya di masa depan, seperti mengembangkan
bakat dn minatnya, mempelajari keahlian tertentu dan sebagainya.
Keempat, para remaja harus diberikan contoh dan teladan yang baik dari
kedua orang tua, pimpinan, tokoh masyarakat, lingkungan sosial, dan
sebagainya.
Dengan cara demikian para remaja berada dalam situasi yang
baik. Inilah yang harus dilakukan di mana pun para remaja itu berada.
Kepada semua pihak untuk memperhatikan anak-anaknya, agar mereka tumbuh
dan berkembang secara wajar dan agar mereka tidak terjerumus ke arah
yang negatif.