Selasa, 05 Februari 2013

Cara Berdo'a yang baik dan benar

Allah maha Mendengar, Maha mengetahui, lagi Mahakuasa untuk melakukan apa saja. akan tetapi Allah memberikan keleluasaan kepada manusia untuk mengajukan permohonan, keinginan, dan harapan kepadany. walaupun manusia tidak memanjatkan do'a kepadanya, namun allah tetap memberikan kepada manusia apa yang sudah menjadi bagiannya.

apakah sebenarnya keuntungan yang diperoeh manusia dengan memanjatkan do'a, mengharapkan pertolongan dan rahmat dari allah? pentingnya manusia memanjatkan do'a bagi kehidupanya adalah :

  1. Manusia memerukan sandaran yang dapat memberikan kekuatan kepada dirinya pada saat dia lemah, ketika segala kekuatan diluar dirinya tidak mampu lagi menopang dan menunjang dirinya.
  2. Do'a tidak semata-mata dimaksudkan untuk memohon pertolongan kepada allah untuk melepaskan diri dari kesulitan dan penderitaan.
  3. Do'a mutlak diperlukan oleh manusia, karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sekarng dan akan datang, padahal manusia selalu menginginkan keberhasilan dalam mencapai apa yang diinginkanny, sekarang dan akan datang.

Allah telah memberikan peluang kepada manusia untuk mengeluh dan mengadukan nasibnya kepadanya melalui sarana do'a. Jadi, do'a antara lain dimaksudkan agar manusia semakin mendekatkan diri kepada allah dan mengenalnya sehingga tidak menjadi makhluk yang mengalami kebingungan, kekacauan, penuh kegelisahan, dan tekanan batin yang tak kunjung dapat diselesaikan.

Adab dan syarat Berdo'a

  1. Dengan kesungguhan hati memanjatkan do'a kepada allah haruslah dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh dan pikiran yang konsentrasi sebagai bukti kerandahan dan harapan penuh kita kepada Allah.
  2. Dengan perasaan takut berdo'a dengan rasa takut maksudnya berdo'a dengan perasaan takut kalau ditolak atau dimurkai oleh Allah, kaena permohonan tidak layak bilamana tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. misalnya, minta disembuhkan dari penyakit tapi tidak mau berobat atau bahkan tidak mau beribadah kepada Allah.
  3. Optimis dikabulkan setiap berdo'a kepada Allah, kita tidak boleh merasa putus asa bahwa do'a kita tidak akan didengar olehnya. sikap semacam ini tidak boleh kita lakukan, sebab justru kita diperintahkan agar setiap kali berdo'a kita harus benar-benar optimis bahwa Allah akan mengabulkan do'a hamba-hambanya.

0 komentar:

Posting Komentar

blogger yang cerdas selalu berkomentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More